Mengembangkan Identitas Merk dan Strategi Penjualan di Era Digital: Moderasi Peran Kepercayaan Konsumen terhadap Merek.

 


Identitas Merek dan Strategi Penjualan di Era Digital

Identitas merek menjadi elemen kunci dalam strategi bisnis yang mencakup visi merek, nilai merek, dan positioning merek. Identitas merek yang kuat mempengaruhi efektivitas penjualan dan keputusan pembelian konsumen.

Pemasaran Digital: Teknologi digital telah memperkenalkan pemasaran digital sebagai alat penting untuk promosi merek dan interaksi dengan konsumen. Media sosial dan digital marketing memperkuat identitas merek dan mempengaruhi keputusan pembelian melalui interaksi yang lebih intens di platform digital.

Hipotesis Terkait Identitas Merek dan Kompetensi

Hipotesis H2d menjadi kemampuan tenaga kerja yang terampil (SMC) berpotensi memberikan dampak positif pada identitas merek (BRI) organisasi. Elemen Identitas Merek termasuk desain visual, warna, dan logo yang membedakan merek di pasar. Dampak Identitas Merek menjadikan identitas merek yang kuat memperkuat popularitas dan penerimaan merek, mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, dan meningkatkan upaya penjualan organisasi.

Upaya Penjualan dan Keputusan Pembelian Konsumen

Upaya pembelian berkaitan dengan strategi dan kegiatan manajerial yang bertujuan untuk mendorong konsumen membeli produk atau layanan. Keputusan Pembelian Konsumen juga dipengaruhi oleh manajemen penjualan yang baik, yang mencakup perencanaan, pengendalian, dan pelaksanaan. Kepercayaan Konsumen terhadap Merek menjadi sebuah keyakinan seperti reputasi dan keandalan merek berfungsi sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara upaya penjualan dan keputusan pembelian konsumen.

Model Teoritis dan Metodologi Penelitian

Model Teoritis ,menggambarkan hubungan antara kompetensi digital, identitas merek, upaya penjualan, dan keputusan pembelian, dengan kepercayaan konsumen sebagai moderator. Metodologi dimana penelitian menggunakan pendekatan CB-SEM untuk menguji hipotesis dan memvalidasi model, dengan data yang dikumpulkan dari 318 organisasi di India.

Uji Validitas Diskriminan dan HTMT

Validitas Diskriminan, Uji validitas diskriminan menunjukkan nilai Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT) untuk semua konstruk berada di bawah batas 0,85, mengonfirmasi validitas diskriminan konstruk.  Efek Moderasi meliputi analisis multi-kelompok dengan bootstrap mengkonfirmasi bahwa efek moderasi dari kepercayaan konsumen terhadap merek (CBB) pada hubungan antara upaya penjualan (SAE) dan keputusan pembelian konsumen (CPD) sangat signifikan, dengan nilai p < 0,05.

Bias Metode Umum

Pengurangan Bias: Penelitian mengurangi risiko bias metode umum dengan menyederhanakan kuesioner dan menjamin kerahasiaan. Uji Harman’s Single Factor Test (SFT) dan uji rasio korelasi penanda menunjukkan tidak ada bukti signifikan bias metode umum

Efek Kausalitas

Rasio arah kausalitas, menjadikan nilai rasio arah kausalitas bivariat non-linier (NLBCDR) mendukung arah kausalitas yang dihipotesiskan, dengan nilai lebih tinggi dari ambang batas 0,7, menunjukkan masalah kausalitas tidak signifikan dalam penelitian ini.

Temuan Penelitian

Pengaruh Signifikan seperti EWM, DIC, DMC, dan SMC memiliki pengaruh positif signifikan terhadap identitas merek (BRI). Identitas merek berdampak positif pada upaya penjualan (SAE), yang pada gilirannya mempengaruhi keputusan pembelian konsumen (CPD). Moderasi CBB Kepercayaan konsumen terhadap merek (CBB) bertindak sebagai moderator signifikan dalam hubungan antara upaya penjualan dan keputusan pembelian. Model Penelitian BRI mempengaruhi SAE, dan SAE mempengaruhi CPD dengan nilai R2 yang menunjukkan daya penjelas yang baik untuk model tersebut.

Kontribusi Teoretis

Literatur Pemasaran penelitian memperkaya literatur dengan menekankan peran identitas merek dan bagaimana kompetensi digital mempengaruhi identitas merek, upaya penjualan, dan keputusan pembelian. Integrasi Teori mengintegrasikan teori Resource-Based View (RBV) dan Social Identity Theory (SIT) untuk menjelaskan pengaruh kompetensi digital terhadap identitas merek dan keputusan pembelian.

Implikasi Praktis

Peningkatan Kompetensi Digital Organisasi disarankan untuk fokus pada peningkatan kompetensi digital guna mempercepat pengembangan identitas merek, yang dapat meningkatkan upaya penjualan dan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen secara positif.

Aplikasi Teknologi Komunikasi Digital

Penggunaan Teknologi pada penelitian ini menekankan pentingnya teknologi komunikasi digital untuk meningkatkan visi, nilai, dan posisi merek organisasi. Karyawan harus dilatih dalam menggunakan alat digital untuk memanfaatkan potensi alat komunikasi secara optimal. Strategi Manajerial pemimpin perlu merancang strategi untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan guna meningkatkan kepuasan, kepercayaan, dan loyalitas, yang pada akhirnya mempengaruhi keputusan pembelian.

Keterbatasan dan Rekomendasi Masa Depan

Validitas Eksternal data dari luar India mungkin memiliki keterbatasan generalisasi. Penelitian mendatang disarankan untuk melibatkan responden dari berbagai wilayah global. Ukuran Sampel penelitian ini menggunakan 302 responden, yang mungkin tidak mewakili populasi umum. Penelitian lebih lanjut sebaiknya melibatkan lebih banyak responden. Desain Penelitian studi cross-sectional membatasi klaim kausalitas. Studi longitudinal disarankan untuk mengatasi masalah ini. Kekuatan Penjelasan Model model yang diusulkan menjelaskan 71% dari varians. Peneliti masa depan harus mempertimbangkan konstruksi tambahan untuk meningkatkan kekuatan penjelasan model. Model Saingan penelitian ini tidak membandingkan dengan model saingan. Pembandingan dengan model saingan bisa memberikan wawasan tambahan tentang kualitas model yang diusulkan.

TUGAS PKKMB : Selly Devitasari

 


Komentar